PATIENT SAFETY DALAM PRAKTIK KEBIDANAN: KONSEP, RISIKO, DAN IMPLEMENTASI PRAKTIS

PATIENT SAFETY DALAM PRAKTIK KEBIDANAN: KONSEP, RISIKO, DAN IMPLEMENTASI PRAKTIS

“Patient Safety dalam Praktik Kebidanan: Konsep, Risiko, dan Implementasi Praktis” merupakan buku panduan komprehensif bagi mahasiswa kebidanan, tenaga kesehatan, serta pengambil kebijakan dalam sistem pelayanan kesehatan. Buku ini membahas secara sistematis konsep keselamatan pasien, prinsip dasar, risiko yang mungkin terjadi, serta strategi implementasi yang dapat diterapkan langsung dalam praktik kebidanan.
Disusun oleh dua akademisi, Bdn. Rika Ruspita, SST, M.Kes dan Bdn. Rifa Rahmi, SST, M.Kes, buku ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga menekankan pentingnya budaya patient safety, sistem pelaporan insiden, pencegahan medication error, hingga peran strategis bidan dalam menjaga keselamatan pasien.
Melalui pendekatan praktis, buku ini memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen risiko dan evaluasi berkelanjutan dalam menjamin mutu pelayanan. Buku ini diharapkan menjadi referensi utama dalam upaya menciptakan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berorientasi pada pasien.

KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI INDONESIA: RESILIENSI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP

KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI INDONESIA: RESILIENSI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP

Telah terjadi perubahan besar dalam norma-norma sosial di masyarakat Indonesia yang telah mempengaruhi perilaku seksual remaja di luar pernikahan. Terdapat peningkatan dalam hubungan seksual pranikah di kalangan remaja, yang berdampak pada tingginya kasus kehamilan yang tidak diinginkan dan risiko kesehatan reproduksi seksual. Masalah ini juga mencakup dampak sosial, medis, dan psikologis pada remaja yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.
Resiliensi sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan remaja terkait kehamilan yang tidak diinginkan. Tingkat resiliensi individu memengaruhi apakah mereka memutuskan untuk melanjutkan atau mengakhiri kehamilan. Berbagai karakteristik dan faktor, termasuk dukungan sosial, budaya, dan spiritualitas, memengaruhi tingkat resiliensi seseorang.
Buku ini akan mengeksplorasi bagaimana tingkat resiliensi berkembang dalam kelompok remaja yang memutuskan untuk melanjutkan atau mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat resiliensi, dan dampaknya pada perkembangan psikososial responden. Ini adalah studi yang relevan dan penting dalam memahami cara remaja menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan dan bagaimana mereka membuat keputusan yang akan memengaruhi masa depan mereka dan anak yang akan lahir.