INTERVENSI DALAM PERAWATAN ANAK STUNTING

INTERVENSI DALAM PERAWATAN ANAK STUNTING

Infervensi dalam perawatan anak stunting merupakan intervensi keperawatan dalam mencegah, dan mengatasi anak stunting. Intervensi ini terdiri dari intervensi gizi spesifik, gizi sensitif pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan serta intervensi dalam praktik pemberian makan pada anak stunting.
Buku ini mencakup 6 bab yang berkaitan tentang stunting, intervensi dalam penangangan stunting, responsive feeding serta asuhan keperawatan pada anak stunting, Melalui buku ini, mahasiswa keperawatan dan para pendidik yang menjadi sasaran pembaca buku ini dapat memahami dan menerapkannya di Profesi Keperawatan.
Berikut adalah Topik yang telah disusu secara sistematis:
Bab1 Konsep Stunting
Bab 2 Konsep Pertumbuhon
Bab 3 Intervensi Stunting
Bab 4 Pemberian Makan Bayi dan Balita
Bab 5 Responsive Feeding
Bab 6 Asuhan Keperawatan Poda Anak Stunting

KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

Komunikasi dalam suatu profesi sangatlah penting. Komunikasi dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi termasuk permasalahan bidang Kesehatan. Bidan harus mampu menggali permasalahan yang dirasakan pasien, sehingga dapat mendiagnosa masalah Kesehatan dan memberikan Solusi yang terbaik untuk pasien. Skill dalam komunikasi seorang tenaga Kesehatan sangat penting untuk terus dipraktekkan. Buku ini hadir ketangan Saudara saat ini adalah pilihan yang tepat untuk menambah referensi dan memaknai komunikasi dalam praktik kebidanan.

Penulis menyajikan berbagai hal yang dibahas dalam buku ini antara lain konsep dasar komunikasi, bentuk-bentuk komunikasi, komunikasi terapeutik, hubungan antar manusia, konseling dalam kebidanan, komunikasi dalam kelompok, berfikir kritis dalam melaksanakan komunikasi dan konseling, clinical judgment, persepsi dan problem solving.

Sebagai tenaga Kesehatan, kita dituntut untuk terus bisa dan mampu menyelesaikan masalah Kesehatan yang dirasakan Masyarakat. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, yang awalnya rumit menjadi sederhana, susah menjadi mudah, panas menjadi dingin. Cakap berkomunikasi dibutuhkan tenaga Kesehatan saat ini dan tentunya didukung skill dalam memberikan pelayanan Kesehatan. Semoga buku ini bermanfaat untuk Saudara. Amin.

Kiat Sukses Meniti Karir MENGASAH KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM BERPIKIR KRITIS MELALUI PEER MENTORING

Kiat Sukses Meniti Karir  MENGASAH KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM BERPIKIR KRITIS MELALUI PEER MENTORING

Buku ini adalah sebuah panduan inspiratif menuju kesuksesan karir yang berlandaskan kemampuan berpikir kritis. Dalam era informasi dan persaingan yang ketat, buku ini mengajak pembaca untuk memahami pentingnya berpikir kritis dalam mencapai tujuan karir yang gemilang. Dengan memberikan tips praktis dan pengalaman peer mentoring, buku ini membantu pembaca mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang penting. Dari pemecahan masalah hingga pengambilan keputusan bijak, buku ini menawarkan dasar yang kokoh untuk meraih kesuksesan karir.

Dalam perjalanan ini, pembaca akan memahami bagaimana dukungan sesama mahasiswa dapat menjadi kunci keberhasilan mereka. Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam mencapai tujuan karir, serta bagaimana peer mentoring dapat membantu mereka mencapai puncak kesuksesan. Selamat membaca dan mulailah perjalanan menuju karir yang gemilang!

METODOLOGI DAN APLIKASI BESAR SAMPEL PENELITIAN KESEHATAN

METODOLOGI DAN APLIKASI BESAR SAMPEL PENELITIAN KESEHATAN

Metodologi dan Aplikasi Besar Sampel Penelitian Kesehatan ini membahas rancangan penelitian yang dilengkapi dengan perhitungan besaran sampel berbasis skala data dan juga dilengkapi perhitungan besaran sampel penelitian untuk rancangan cross sectional, case control, kohort dan eksperiment serta membahas tingkatan sampel.
Materi dalam buku ini juga membahas Langkah-langkah penelitian, Langkah-langkah perhitungan besaran sampel penelitian berbasis rancangan penelitian secara manual dan aplikasi, dilengkapi studi kasus untuk pemecahan masalah penelitian dan contoh-contoh hasil penelitian untuk aplikasi perhitungan besaran sampel.

KEBIJAKAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN KESEHATAN LINGKUNGAN

KEBIJAKAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Dinamika bahan pencemar yang masuk kedalam badan lingkungan semakin bervariasi qualitasnya dan semakin banyak dari segi quantitas, hal ini dipengaruhi oleh tingginya beragam aktifitas di muka bumi. Masuknya limbah ke lingkungan akan memberikan dampak langsung dan tidak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat yang berada diwilayah tersebut. Untuk itulah sangat penting aplikasi dari kebijakan dan perundang undangan Lingkungan yang mengatur system tersebut. Pada titik tertentu, akan terjadi penurunan yang signifikan pada kondisi lingkungan dan juga kesehatan warga akibat terekspose secara terus menerus pada pollutant diarea mereka, yang akhirnya menyebabkan sakit dan kurang produktif. Bahan pencemar pada lingkungan akan menyebar pada semua media baik ke udara, tanah, air dan sediment akan terus meluas dari waktu ke waktu yang akan menyentuh kehidupan dan kesehatan manusia. Misalnya, pencemar  keudara akan terus menyebar ke wilayah lain dengan bantuan angina dan juga akan drop ke tanah dan air. Limbah cair yang dibuang ke media air, dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir, melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara danau, sungai atau laut.  Bahan pencemar di udara akan terhirup oleh manusia dan jika melebihi batas akan menyebabkan kesakitan. Sumber yang nyata polutan dari kegiatan industri dan pabrik besar, menengah dan kecil, institusi, pemukiman, pertambangan, gunung meletus dan banjir serta bahkan dari tempat rekreasi dan lainnya yang semuanya dapat mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Terdapat 4 simpul yang berkaitan dengan proses pajanan polutan yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat yakni;  Pertama,  Jenis dan skala kegiatan yang menjadi sumber pencemar atau biasa disebut sebagai sumber emisi polutan.  Kedua, Jenis polutan yang diemisikan ke lingkungan kemudian menyebar secara luas sesuai dengan sifat dan kondisi media. Ketiga, terjadinya pemajanan pada manusia baik melalui inhalasi, ingesti dan kontak kulit. Keempat; terjadinya dampak kesehatan baik bersifat ringan, sedang maupun berat yang dapat dipengaruhi oleh antara lain konsentrasi bahan, jenis polutan, lama terpajan, media pajanan dan rute pemajanannya.