Kesehatan Reproduksi Pada Remaja

Kesehatan Reproduksi Pada Remaja

Masa remaja merupakan periode terjadinya petumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis serta intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis. Sifat dan perilaku berisiko pada remaja tersebut memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan remaja termasuk pelayanan untuk kesehatan reproduksi.
Buku ini berisi tentang konsep remaja, pertumbuhan dan perkembangan remaja, psikologi remaja, menstruasi dan mimpi basah, seksualitas remaja, kehamilan remaja, aborsi pada remaja, penyimpangan perilaku seksual, gender dan kesehatan reproduksi remaja, NAPZA, konseling kesehatan reproduksi remaja, serta pengembangan program pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Buku ini sangat cocok untuk mahasiswa program studi kebidanan, tetapi juga digunakan sebagai bahan bacaan bagi teman-teman bidan yang telah bekerja baik di PMB, Rumah Sakit maupun instansi kesehatan lainnya serta masyarakat yang ingin tahu tentang kebidanan. Semoga buku ini dapat memberikan sumbangan yang positif bagi pembacanya terutama pendidikan program studi kebidanan.

Membangun Immunitas Tubuh (Anti Body) Dalam Upaya Penanggulangan Verus Dan Bakteri

Membangun Immunitas Tubuh (Anti Body) Dalam Upaya Penanggulangan Verus Dan Bakteri

Membangun imunitas (Anti Body) dalam upaya penanggulangan terinfeksinya tubuh terhadap Virus dan bakteri. Sebelum melakukan upaya membangun imunitas tersebut kita harus menyadari dan juga mengetahui terlebih dahulu faktor apasaja yang berpengaruh sehingga dapat menguatkan dan melemahkan imunitas tuhuh kita. Di dalam buku ini kita membagi menjadi tiga bagian;(1)Perilaku Manusia terhadap Kehidupan dan Penyebaran Penyakit,(2)Upaya mempertahankan Kesehatan Tubuh,(3)Melakukan stimulus sistem internal dan eksternal tubuh.
Ketiga bagian tersebut merupakan satu kesatuan dalam upaya untuk dapat membangun ketahanan tubuh menjadi maksimal, pada bagian pertama; “Perilaku Manusia terhadap Kehidupan dan Penyebaran Penyakit”, membahas,sebagaimana ‘Manusia’ memiliki kemampuan untuk dapat menjadikan lingkungan di sekitarnya seperti yang ia kehendaki dengan dampak yang positif ataupun dampak negatif, dimana kita yang tidak ikut terlibat harus menerima imbas dari perubahan tersebut. Pada bagian kedua;”Upaya mempertahankan Kesehatan Tubuh” dibagian ini membahas bagaimana imunitas tubuh kita terbentuk secara alami atau dikondisikan oleh kita,untuk menjadi kuat atau lemah dan mungkin kita harus meningkatkan kemampuan imunitas tubuh kita diatas rata-rata, karena agen (penyakit) saat itu melebihi jumlah normalnya (kondisi Pandemi/mewabah). Pada bagian akhir atau ke tiga “Melakukan stimulus sistem internal dan eksternal tubuh” melalui olah fisik,olah pikir dan olah hati melalui senam “Immunitas psikologi-spiritual” kegiatannya berupa melakukan stimulus baik internal dan ekternal secara bersama-sama dengan waktu yang bersamaan secara kontinu.

Buku Ajar
Ilmu Sosial dan Prilaku Kesehatan

Buku Ajar <br>Ilmu Sosial dan Prilaku Kesehatan</br>

Buku ini merupakan buku ajar untuk mata kuliah ilmu sosial dan perilaku kesehatan pada Program Studi Magister Kesehatan IIK Strada Indonesia. Buku ini terdiri dari empat bab. Bab pertama berisi tentang teori sosiologi yang digunakan sebagai pendekatan unutk memahami masalah kesehatan. Sedangkan bab kedua merupakan bagian yang menjelaskan pendekatan antropologi untuk memahami masalah kesehatan, dimana kita juga akan belajar tentang antropologi kesehatan dan ekologi. Pada bab ketiga kita akan memulai pembicaraan tentang perilaku manusia beserta teori perubahan perilaku serta proses penyusunan alat ukur dan pengukuran perubahan perilaku. Bab empat yang merupakan bab terakhir akan menjelaskan tentang berbagai intervensi untuk proses perubahan perilaku mulai dari cara menguatkan perubahan perilaku, mempelajari komunikasi kesehatan yang efektif, konseling perubahan perilaku hingga pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. Dengan buku ajar ini diharapkan mahasisawa akan dapat memahami lebih dalam tentang mata kuliah ilmu sosial dan perilaku kesehatan

RESIKO KANGKER PAYUDARA DAN MODEL PREDEKSINYA
Analisis Teori dan Praktis

RESIKO KANGKER PAYUDARA DAN MODEL PREDEKSINYA <br>Analisis Teori dan Praktis</br>

Buku ini membahas risiko kanker payudara dan model prediksinya secara lengkap, sederhana dan praktis. Buku ini disusun supaya Anda mampu memahami risiko kanker payudara dan mengenali risiko kanker payudara secara dini, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan terhadap risiko yang dimiliki. Selain daripada itu buku ini juga mengulas praktik penelitian berkaitan dengan risiko kanker payudara baik melalui studi systematic review, meta-analisis dan analitik. Selanjutnya buku ini menjelaskan mengenai model prediksi risiko kanker payudara yang disusun berdasarkan perhitungan risiko dari variabel prediktor kanker payudara di Indonesia, yang bermanfaat dalam skrining risiko kanker payudara dan pengklasifikasian kelompok yang berisiko dan tidak berisiko kanker payudara.

Model Pemicuan”CREATE” Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang
SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

Model Pemicuan”CREATE” Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Bidang <br> SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan salah satu masalah perilaku hidup bersih dimasyarakat. Berdasarkan program yang sudah dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan melalui pemicuan dan hasil progress STBM yang telah dilakukan belum mencapai target (62,5%, tahun 2015) serta lambannya perubahan perilaku stop buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Hasil monitoring dan evaluasi pasca pemicuan dari beberapa daerah menunjukkan bahwa konsep pemicuan “tradisional” yang selama ini digunakan oleh pemerintah sebagai usaha untuk merubah perilaku warga yang masih buang air besar sembarangan (BABS) ternyata memerlukan waktu yang cukup lama. Terutama pada pilar pertama STBM, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan.
Dalam buku monograf sederhana ini terdapat penjelasan mengenai alternative model pemicuan yang dinamakan ” CREATE” (Creative Resources Essentials and Tools For Emergencies), yakni ide kreatif dari masyarakat sendiri (yang disempurnakan oleh Fasilitator) dalam bentuk karya professional (Poster, Leaflet, Kaos, lagu, dll) serta komitmen berdasarkan kesepakatan bersama,promosi kesehatan,dan hasil penelitian penulis yang terkait dengan model pemicuan “CREATE” dan contoh instrumennya. Model ini juga bisa dipakai untuk pilar lain yang termasuk dalam STBM.
Isi dan penjelasan dalam buku ini sangat mudah dipahami oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan, dan bahkan masyarakat umum, sehingga bisa diaplikasikan.